Bagaimana Hukum Bisnis PayTren? Apakah Termasuk MLM Yang Haram? Ini Jawabannya

ByAbdurrohim

Bagaimana Hukum Bisnis PayTren? Apakah Termasuk MLM Yang Haram? Ini Jawabannya

panduanpaytren.com | Inovasi dan pola penjualan dengan sistem MLM kadang menimbulkan pertanyaan, apakah cara itu sesuai prinsip syariah? 

hukum bisnis PayTren

Menjawab pertanyaan ini, Dewan Syariah/Nasional MUI menetapkan fatwa No. 75 Tahun 2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah.
Yang dimaksud Penjualan Langsung Berjenjang adalah cara penjualan barang atau jasa melalui jaringan pemasaran yang dilakukan perorangan atau badan usaha kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut. Pengertian ini mengarah pada praktik penjualan MLM.
Fatwa ini menjelaskan bahwa sistem penjualan seperti itu hukumnya BOLEH dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi (yajuzu bisyuruth), yaitu:
  1. Ada obyek transaksi riil yang diperjual-belikan berupa barang atau produk jasa, bukan sesuatu yang haram dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram.
  2. Transaksi tersebut tidak mengandung unsur gharar (ketidakjelasan yang menimbulkan perselisihan), maysir (perjudian), riba, dharar (kerusakan), dan dzulm (ketidakadilan). Jadi, InsyaAllah kalau yang menjalankan bisnis dan sistem yang dijalankannya benar dan lurus-lurus saja, tidak melanggar kode etik PayTren, niat bisnisnya bagus, dikerjakannya tidak pakai serobot kanan-kiri hehe.
  3. Tidak ada harga/biaya yang berlebihan (excessive mark up) sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh.
  4. Komisi yang diberikan perusahaan kepada anggota, baik besaran maupun bentuknya, harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata yang terkait langsung dengan volume/nilai hasil penjualan barang/jasa, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam penjualan sejenis MLM ini.
  5. Bonus yang diberikan perusahaan kepada anggota (mitra usaha) harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi (akad), sesuai target penjualan barang/jasa yang ditetapkan perusahaan. untuk mengetahuinya, silahkan lihat marketing plan di PayTren, tentang pembagian komisi sampai dgn rewardnya.
  6. Tidak adanya komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang/jasa. Bisnis di PayTren ini ADIL. Maksudnya begini, tidak ada deh tuh ceritanya upline cuma ongkang-ongkang kaki saja tidak ngapa-ngapain TANPA melakukan apa-apa terus masih dapat transferan bonus. Sampai level tertinggi pun kalo bonus mau keluar, kita tetep harus punya poin atau angka penjualan pribadi. Kalau tidak? Ya sudahhhh katakan selamat tinggal pada bonus hehe
  7. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota tidak menimbulkan ighraโ€™ (daya tarik luar biasa yang menyebabkan orang lalai terhadap kewajibannya).
  8. Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya.
  9. Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan akidah, syariah dan akhlak mulia, misalnya syirik, kultus, maksiat, dan lain-lain.
  10. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya; tidak melakukan kegiatan money game. padahal “Money game” yang dimaksud ialah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi atau bonus dari hasil perekrutan/pendaftaran mitra usaha baru dan bukan dari hasil penjualan produk, atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya sebagai kamuflase atau tidak mempunyai kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila di antara syarat tersebut tidak terpenuhi, maka sistem MLM tersebut hukumnya haram.”
TAMBAHAN : 
Mengulang dari pembahasan di poin ke 6, sistem di PayTren ini ADIL. Kita tidak bisa cuma ongkang-ongkang kaki saja membiarkan downline yang bekerja, sedangkan kita diam saja tapi masih mengharap dapat bonus. Kita diberikan bonus dari hasil kegiatan membina grup kita, bahkan ada yang namanya ‘kesundul’ yaitu posisi level downline sama kaya uplinenya atau bahkan setelah level downline bisa melebihi uplinenya. Bisa? Bisa! Di sini, tidak peduli siapa yang masuk duluan. Siapa yang larinya lebih kencang, dia yang bisa cepat naik, dia yang bisa punya bonus lebih banyak ๐Ÿ™‚ Jadi adil yaaaa. Bonus diberikan pada mereka sesuai dengan ‘hasil kerja’ mereka dibulan itu ๐Ÿ™‚
Semoga tulisan tentang Hukum Bisnis PayTren ini bisa sedikit memberikan pencerahan, dan bisa menambah pengetahuan anda, semoga bermanfaat.

About the author

Abdurrohim administrator

Leave a Reply